Paper Cuts, Luka Akibat Sayatan Kertas

Paper Cuts, Luka Akibat Sayatan Kertas

Pernahkah anda merasakan luka pada jari ketika usai membuka atau membolak balikkan buku terlalu cepat? Bila dipikir, sulit untuk dipercaya bahwa kertas yang sangat tipis itu bisa menimbulkan luka yang amat menyakitkan bagi tubuh manusia. Berlebihan sekali rasanya, namun hal itu memang benar. Semua hal kecil yang menyakitkan pernah dialami tubuh, sayatan yang diakibatkan kertas merupakan suatu hal buruk.

Ternyata di balik itu semua ada penjelasan yang bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan dan ilmiah. Artikel kali ini akan membahas mengenai hal itu lengkap. Simak ulasan berikut.

Luka Akibat Teriris Kertas Yang Sangat Perih

Ilmu pengetahuan telah meneliti sebab musabab timbulnya paper cuts ini. Dalam sebuah laman science, yang menyebabkan luka akibat irisan kertas ini yakni karena saraf di dalam tubuh manusia. Pada ujung jari memiliki reseptor nyeri yang sangat banyak dibandingkan tubuh lainnya. Reseptor ini disebut dengan nosiseptor. Saraf ini bertugas untuk melakukan mekanisme keamanan dan memperingatkan otak melalui sensasi nyeri akibat adanya perubahan suhu, paparan bahan kimia yang berbahaya, serta tekanan yang merusak kulit. Seperti halnya saat anda akan mencoba untuk memegang sesuatu yang panas.

Dilihat dari ilmu dermatologi bahwa ujung jari ini sering digunakan untuk hal-hal yang kecil termasuk di dalamnya merasakan sesuatu. Dengan begitu, tidak mengherankan jika di ujung jari ini banyak sekali ujung saraf yang merupakan bentuk mekanisme ilmiah. Rasa sakit yang dirasakan di punggung atau kaki masih bisa ditoleransi dan tak seperih seperti halnya ujung jari. Karena distribusi ujung saraf pada bagian itu kurang padat, sehingga tidak mampu mengirim sinyal nyeri seperti halnya pada ujung jari ke otak.

Aspek Psikologi Akibat Luka Teriris Kertas

Bukan hanya pengaruh nosiseptor saja yang terdapat di ujung saraf. Luka perih karena teriris kertas juga bisa dijelaskan secara ilmu psikologi. Sebuah video ilmiah menyatakan luka yang sangat nyeri itu disebabkan karena pikiran dari dalam diri kita sendiri. Sepertinya hal itu lebih mudah diterima orang banyak. Kertas merupakan objek yang sebenarnya tidak berbahaya. Namun begitu jari terluka, maka anda bisa merasakan lukanya seperti yang tak masuk akal sehingga rasa sakit dan perihnya menakutkan.

Mengapa Luka Akibat Teriris Kertas Lebih Perih Dibandingkan Luka Akibat Benda Tajam?

Pertanyaan ini akan dijawab dengan analogi berikut. Pisau yang ujungnya lebih rata dan tajam dibandingkan tepian kertas yang lebih tumpul dan fleksibel. Pada kertas ada tepian yang sangat tajam untuk merobek kulit. Namun, sangat fleksibel sehingga tidak cukup tajam untuk memotong daging secara dalam. Dan kemudian, kertas hanya mampu menggores seperti halnya gergaji tumpul. Namun bisa merusak jaringan kulit dengan kasar. Dari potongan itu kemudian mengakibatkan jari terluka namun dangkal lukanya. Dari luka yang dangkal itu kemudian membuatnya merasa nyeri, karena beberapa saraf yang sangat sensitif berkumpul di permukaan kulit itu.

Baca Juga : Misteri Dunia Yang Tak Terpecahkan Ilmu Pengetahuan

Dari beberapa penjelasan secara ilmiah di atas telah memberikan jawaban dan memberikan alasan betapa pentingnya untuk membalut luka setelah teriris kertas. Karena luka yang diakibatkan itu memiliki penjelasan secara imu pengetahuan dan bukan suatu hal yang tak bisa dijelaskan dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dan pastinya dengan menyimak penjelasan di atas dengan saksama, memberikan wawasan bagi anda mengenai paper cuts yang sering dialami namun tak mengerti penjelasannya dipandang dari ilmu pengetahuan. Semoga bermanfaat.

Misteri Dunia Yang Tak Terpecahkan Ilmu Pengetahuan

Misteri Dunia Yang Tak Terpecahkan Ilmu Pengetahuan

laportetxheritage – Zaman sekarang dunia ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian maju ternyata masih saja ada fenomena-fenomena misteri yang tak masuk akal. Di mana berbagai fenomena misterius itu tidak bisa dijelaskan secara ilmiah. Beberapa di antaranya adalah jalan raya maut di Idaho, Amerika Serikat. Di mana di jalan raya sepanjang 145 kilometer itu dikenal sebagai jalan yang sangat mengerikan bagi para penggunanya. Maka dari itu, jalan itu kemudian disebut dengan zona yang dinama Idaho Devil Triangle. Dikatakan demikian, karena bentuknya sangat mirip dengan roller coaster yang sering menyebabkan kecelakaan tunggal.

Kengerian dari jalan raya itu membuat para pengendaranya yang melintasi jalan tersebut dalam kecepatan normal. Secara tiba-tiba kendaraan yang dikendarai itu akan terlempar ke udara dengan kekuatan secara misterius. Kemudian kendaraan akan jatuh sehingga mengakibatkan korban jiwa karena terjadi kecelakaan tunggal tersebut.

Stonehenge

Tidak hanya fenomena mengerikan di jalan raya Idaho itu saja. Ada lagi fenomena misterius yang tak bisa dijelaskan secara ilmiah dengan ilmu pengetahuan apapun. Stonehenge yang merupakan situs di dataran Salisbury yang menyimpan misteri. Letak dari lokasi itu berjarak 100 kilometer dari London, Inggris. Stonehenge sendiri adalah situs yang terkenal di masa prasejarah. Situs itu juga paling misterius di kawasan Eropa. Pembangunannya diperkirakan pada 4.300 tahun yang lalu. Di mana pada situs itu, tersusun berbagai batu besar yang bentuknya lingkaran konsentri dan lengkap. Pada lingkaran luarnya memiliki diameter sekitar 90 meter. Kemudian batu-batu kecil di sekitarnya memiliki berat masing-masing 5 ton. Terbentuknya situs Stonehenge ini menurut para praktisi dan juga para ahli terjadi secara alami dan tak ada campur tangan manusia.

Costa Rica

Ada lagi di Costa Rica yang memiliki fenomena misteri lainnya, seperti bola batu raksasa di Costa Rica. Di sana ditemukan lusinan batuan berukuran besar yang secara misterius muncul dan bentuk bolanya berukuran bulat penuh. Secara umum, rentang ukurannya dari yang paling kecil besarnya seperti bola tenis yang diameternya maksimal 8 kaki dengan berat 16 ton. Semuanya itu terbuat dari granodiorit. Granodiorit ini merupakan batuan yang keras sekali dan tak pernah diketahui dari masa asalnya. Di dalam proses pembuatannya memang dilakukan dengan tangan. Jika demikian, tentu menjadi pertanyaan bagaimana ceritanya batu-batu besar itu disusun sedemikian rupa.

Lebih lengkapnya mengenai berbagai fenomena misteri yang tak terpercahkan oleh ilmu pengetahuan berikut ini ada fenomena-fenomena misteri lainnya yang bisa anda ketahui.

Pulau yang Tak Kembali

Di Kenya, Afrika Timur terdapat pulau yang misterius dan disebut dengan envaitenet yang artinya tidak bisa kembali. Lebar dan panjang dari pulau ini hanya beberapa kilometer saja. Penduduk setempat memang tidak tinggal di pulau itu karena dianggapnya sebagai pulau kutukan. Banyak peristiwa terjadi dari orang-orang yang datang ke pulau tersebut lenyap secara misterius dan tak pernah kembali. Ada kisah yang pernah terjadi sekitar tahun 1935 ketika ada seorang penjelajah yang memimpin suatu ekspedisi untuk menjelajahi pulau tersebut.

Bersama dua rekannya, mereka berangkat lebih dahulu ke pulau itu. Mereka berjanji untuk kembali di titik kumpul lima hari kemudian. Namun, lebih dari lima hari kedua rekannya itu tak pernah kembali di titik kumpul yang disepakati. Saat itu juga tim SAR kemudian dikerahkan untuk melakukan pencarian. Namun sayang, mereka tak pernah menemukan kedua rekannya itu. Karena merasa penasaran, pada akhirnya penjelajah itu melakukan pencariannya sendiri dengan menyewa helikopter dan tetap saja hasilnya nihil. Oleh orang yang tinggal di luar pulau itu dijelaskan bahwa sebelumnya pulau itu dihuni orang. Karena sebuah peristiwa aneh, semua penduduknya tiba-tiba lenyap tanpa bekas.